"Dua nikmat yang manusia banyak tertipu dengannya; yaitu nikmat sehat dan waktu luang."
(HR. Al-Bukhari no.6412)
Ibnul Jauzi rahimahullah berkata, "Seseorang bisa saja dia sehat tapi ia tidak memiliki waktu luang karena sibuk dengan pekerjaannya, atau memiliki waktu luang tapi tidak sehat. jika keduanya berkumpul, lalu ia malas melakukan ketaatan, maka dialah orang tertipu. Dunia adalah ladang akhirat, di dalamnya ada perniagaan yang jelas keuntungannya di akhirat, siapa yang menggunakan waktu luang dan sehatnya untuk taat kepada Allah, maka dialah yang sukses, tapi siapa yang menggunakannya dalam maksiat kepada Allah, maka dialah yang tertipu. Karena setelah waktu luang akan datang kesibukan dan setelah sehat akan datang sakit."
Saat liburan seperti ini merupakan saat-saat dimana waktu luang berlimpah. Banyak kegiatan yang disajikan di depan mata kita. Mungkin saat ini kita sedang menikmati kegiatan liburan tersebut dengan dalih sekedar refreshing, memanfaatkan waktu liburan sebelum kembali sibuk beraktivitas. Betulkah ini yang dimaksud memanfaatkan waktu liburan dengan baik? Sah-sah saja jika kita ingin bersantai sejenak di momen liburan. Namun yang perlu digarisbawahi disini adalah kata "Sejenak", bukan membalas dendam dengan menghabiskan waktu luang kita dengan pekerjaan sia-sia atau bahkan yang bisa membuat kita jatuh dalam kemaksiatan. Banyak agenda bermanfaat yang mungkin tidak bisa kita lakukan pada saat sibuk, bisa kita lakukan sekarang dan memutus rantai penundaan agenda tersebut, jangan sampai ketika liburan habis, kita perlu menunggu liburan selanjutnya untuk melakukan agenda tersebut.
Dari Ibnu 'Umar pernah mengatakan,"Jika engkau berada di sore hari, janganlah menunggu pagi. Dan jika engkau berada di pagi hari, janganlah menunggu sore. Pergunakanlah waktu sehatmu sebelum sakitmu, dan hidupmu sebelum matimu." (HR.Al-Bukhari no.6416)
Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam juga bersabda, "Manfaatkanlah lima hal sebelum datang lima hal; masa mudamu sebelum datang masa tuamu, waktu sehatmu sebelum datang sakitmu, masa cukupmu sebelum datang masa fakirmu, waktu luangmu sebelum datang waktu sibukmu, dan hidupmu sebelum datang matimu." (HR. Al-Hakim IV/306)
Al-Hasan Al-Bashri berkata, "Wahai anak Adam, sesungguhnya engkau adalah kumpulan hari demi hari, tatkala berlalu satu hari, maka berkuranglah umurmu." (Hilyatul Auliya II/148)
Al-Khalil bin Ahmad berkata, "Waktu itu terbagi menjadi tiga bagian, pertama: waktu yang telah berlalu darimu tidak akan kembali. Kedua: waktu yang sedang engkau alami dan lihatlah bagaimana waktu itu akan berlalu darimu. Ketiga: waktu yang engkau tunggu, bisa jadi engkau mendapatkannya dan bisa jadi engkau tidak mendapatkannya." (Dinukil dari kitab Ma'alim fil Thariq Thalabil 'ilmi)
SO..WHAT ARE YOU GONNA DO NOW? LET'S START.. (Bismillah)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar